DKI Jakarta dan Jawa Barat Jadi yang Terbaik di Pra Kualifikasi PON Papua 2020

Posted by

Tidak hanya turnamen kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020 yang diadakan selama minggu ini. Di negara itu, tepat di Bulungan GOR, Jakarta juga akan mencapai pra-kualifikasi PON Papua tahun depan. Secara total, 4 tiket untuk PON Papua 2020 berpartisipasi dalam turnamen kualifikasi ini. Ini berarti bahwa 4 tim pria dan wanita yang lolos ke semi final akan secara otomatis bersaing di PON ke-20. Partisipasi dari 11 tim putra dan 6 tim wanita, turnamen kualifikasi ini akan diadakan pada 3-10 Agustus 2019. Ke-11 tim pria yang berpartisipasi akan dibagi menjadi 2 kelompok yang berbeda. Di kelompok A, tim dari DKI terdiri dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Papua Barat dan Kalimantan Selatan. Sementara Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Kalimantan Barat ada di kelompok B. Dari masing-masing kelompok, hanya tempat pertama yang lolos langsung ke babak semi final sebelum kualifikasi.

Sebuah tempat di semifinal kedua menjadi milik pemenang pertandingan antara kelompok 2 kelas A yang bertemu kelompok 3 kelas B dan tempat semifinal lainnya yang memperebutkan kelas 3A versus 2B. Tim-tim dari Jakarta dan Jawa Barat menjadi dua tim yang lolos ke semi final dan pada saat yang sama sukses melenggang ke PON Papua tahun depan, karena kedua tim mencapai hasil yang cemerlang dengan memenangkan semua kompetisi di babak awal kolam renang mereka. Jawa Tengah mengikuti semifinal setelah perempat final dapat menggagalkan oposisi Bali 3-0 (25-19, 25-21, 32-30). Jawa Tengah berada di semifinal yang berlawanan dengan Jawa Barat. Pertandingan antara kedua tim Jawa itu menyenangkan dan sengit. Kedua tim sama-sama dihuni oleh pemain dari tim nasional, yakni Doni Haryono (Jawa Tengah) dan Dimas Saputra (Jawa Barat), yang berbagi skor sama 2-2.

Jawa Barat memperoleh kembali kemenangan setelah set anak asuh Teddy Hidayat yang menentukan dan permainan berakhir dengan skor 3-2 (25-27, 25-15, 23-25, 25-22, 15-11). Semi final lainnya menyatukan DKI Jakarta dan Papua Barat. Tim Papua Barat memasuki semifinal setelah mengalahkan DI Yogyakarta dalam tiga set tanpa jawaban 25-19, 25-20, 25-21. Di semifinal, DKI Jakarta, yang dipenuhi pemain muda, yang sering tampil di pertandingan Livoli dan Proliga, adalah 0-1. Antusiasme yang besar untuk tidak mengulangi kegagalan lulus PON 2016, memastikan Dio Zulfikri dkk bangkit dan menang 3-1 (24-26, 25-20, 25-13, 25-13).

Di puncak pesta yang berlangsung pada Sabtu (10/8), tim Jawa Barat tampak dominan sepanjang pertandingan. DKI Jakarta mampu mengimbangi permainan lawan dan tetap dekat dengan perolehan angka, tetapi anak-anak asuh Victor Laiyan tidak mampu menembus pertahanan Jawa Barat pada titik-titik akhir serangan. Arsitek tim Jawa Barat, Teddy Hidayat, mengakui bahwa ia menginstruksikan anak asuhnya untuk menghentikan serangan lawan. Meskipun ia menang dengan mudah, Teddy tidak menyangkal bahwa DKI Jakarta adalah salah satu rival paling sulit untuk membuatnya sulit dalam acara PON. Sementara itu, pelatih DKI Jakarta mengakui bahwa ia bingung memandangi anak-anak asuh. “Ini tidak seperti permainan yang biasa. Saya juga bingung. Anak-anak suka kehilangan antusiasme mereka untuk bermain,” kata Victor, yang ditemui seusai pertandingan.

Kekurangan timnya, terlihat selama turnamen kualifikasi, diadakan sebagai pekerjaan rumah baginya sebelum acara di Papua. “Ini pekerjaan rumah bagiku,” katanya lagi. Pada pertandingan sebelumnya, Jawa Tengah kembali harus menanggung pertempuran panjang dan melelahkan melawan Papua Barat. Posisi 3 pada akhirnya menjadi milik Jawa Tengah, yang menang 3-2 (25-18, 21-25, 25-21, 24-26, 15-7). Duel tidak kalah seru di sektor wanita. Enam tim wanita, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, dan Papua Barat berada dalam satu grup dan akan melalui kompetisi round robin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *